Sunday, June 21, 2009

Group Dynamics in Self Defense

Salam pendekar!

Posting kali ini akan membahas dinamika grup atau kelompok dalam situasi self defense atau pertahanan diri. Sebagaimana kita ketahui; dalam keadaan sehari-hari seringkali lawan yang dihadapai tidak hanya satu tapi antara 2 - 3 atau lebih. Bahkan menurut statistik yang saya attach di bawah, situasi multiple opponent jauh lebih sering kasusnya dibandingkan single (terkecuali untuk kasus women's self defense dimana secara mayoritas kasus multiple assailants/ opponents walau ada atau terjadi; namun tidak begitu mendominasi)

Data diambil dari:

[1] Jochelson, R. (1997). "Crime and Place: An Analysis of Assaults and Robberies in Inner Sydney". New South Wales Bureau of Crime Statistics and Research. [2] Scottish Executive Central Research Unit (2002). Violence in Scotland: Findings from the 2000 Crime Survey. [3] U.S. Department of Justice, Bureau of Justice Statistics, Criminal Victimization in the United States, 2001 Statistical tables, Tables 49 and 66 online.

Sebelum kita masuk ke materi inti, mari kita sedikit prologue dahulu dengan satu legenda yang juga secara tidak langsung berhubungan dengan diskusi kita kali ini.

Texas Ranger One Man Riot Squad


Cerita ini saya dapat dari seorang sahabat yang ketika itu kami masih kelas 4 SD, dan menurut teman saya (Scott) cerita ini kemudian berkembang menjadi legenda di kalangan penegak hukum di Texas.

Jauh sebelum kisah "Walker: Texas Ranger" tiba di Indonesia, saya seringkali mendengar cerita kepahlawanan para Texas Ranger dari teman saya Scott yang kebetulan juga pengagum Texas Ranger dan mempunyai kakek buyut yang juga mantan petugas Texas Ranger.

Dari sekian kisah sukses Texas Ranger, adapun satu cerita yang hingga kini menjadi legenda yaitu:
The Texas Ranger One Man Riot Squad

Menurut legenda yang beredar, ketika suatu huru hara terjadi di satu kota kecil dan mengingat terbatasnya manpower yang tersedia pada waktu itu, maka aparat penegak hukum hanya bisa mengirimkan tim kecil ke lokasi untuk menenangkan massa. Kebetulan di kota kecil ini hanya ada satu penegak hukum Texas Ranger yang tidak mau melupakan kewajiban abdi masyarakat nya sehingga ia pun turun tangan seorang diri untuk menenangkan huru hara di kota ini.

Setibanya di lokasi, sebagian individu atau gang yang sedang bersiap-siap untuk membuat keributan ter megap-megap dengan datang nya Texas Ranger ini seorang diri. Lantas satu orang pun bertanya terheran-heran:


“Only one Ranger?" dan sang Ranger pun dengan percaya diri menjawab: “You only have one riot, don’t you?"

Terlepas dari keberanian (atau mungkin kenekatan Ranger tsb.) reputasi Ranger pada masa tersebut terbentuk karena SOP mereka yang shoot first ask later, tapi juga proses seleksi mereka yang unik yaitu seleksi tiga pertanyaan untuk calon Ranger
  1. "Can you ride?"
  2. "Can you shoot?"
  3. and, "Can you cook?"
Namun atribut lain yang juga membuat Texas Ranger disegani adalah walaupun metode atau sistematika menghadapi multiple opponents dan huru hara tidak terdokumentasi (kecuali untuk kasus2 penembakan dll.) pengetahuan dan pemahaman dinamika kelompok lah yang konon membantu para Texas Ranger melaksanakan tugasnya karena mereka seringkali harus berhadapan dengan lebih dari dua atau tiga lawan.

Apakah group dynamics ini dalam situasi multiple opponents? Mari kita bahas

Group Types
Dalam situasi dimana sekelompok orang berkumpul, dinamika perilaku kita secara sadar atau tidak pasti akan mengalamai perubahan. Alasan paling sederhana yang saya kutip dari guru sejarah saya adalah: "People, influence each other ... just like a virus, anger, fear, spirit and the will to do can quickly change once you have a group of people together"

Adapun tipe-tipe kelompok berdasarkan cirinya yaitu:



  1. Casual: Kelompok dalam satu area namun kelompok tidak terfokus, terpecah dalam aktifitas masing-masing. Contohnya: Kerumunan di mall, kafe atau tempat umum lain.
  2. Cohessive: Kelompok yang karena stimulus internal atau eksternal berkumpul dan sekarang mulai memfokuskan diri bersama ke stimulus tersebut. Contoh: Perkelahian yang terjadi di jalan, tabrakan antar kendaraan atau hal lain yang menarik perhatian umum.
  3. Expressive: Kelompok setelah mendapat stimulus mulai berekspresi secara bersama apakah secara vokal, gerakan dll. Contoh: Sekerumunan orang yang sama-sama bilang "Jangan! jangan!" saat melihat ada anak kecil yang hendak dipukuli pipa besi oleh ayahnya yang mabuk dan kalap
  4. Aggressive: Kelompok atau kerumunan massa mulai memfokuskan energi mereka (frustrasi, marah, kesal dll.) dalam bentuk destruktif dan mulai merusak atau menghancurkan properti pribadi atau umum sebagai bentuk ketidak puasan
Konteks Self Defense

Dalam konteks self defense, kasus pengroyokan seringkali berkembang dari tahapan-tahapan atau berubah tipenya dari kelompok yang paling pasif casual ke aggressive karena adanya stimulus tambahan dari internal (dari group sendiri) atau eksternal (bisa dari kata-kata yang kita gunakan, body language dll.)

Therefore identifying atau mengidentifikasi kelompok manakah yang ada di hadapan kita menjadi proses yang penting karena sebagaimana kita ketahui multiple opponent dalam kehidupan nyata tidak seperti di film-film dimana setiap orang menunggu giliran sebelum menyerang lawan atau sang jagoan yang biasanya menghabisi musuh nya dalam hitungan detik.

Dalam bagian dua saya akan bahas lebih lanjut lagi karakter-karakter individu dalam berkelompok, dimana sedikit dari pengetahuan ini mudah-mudahan bisa anda terapkan seandainya terpojok ke dalam situasi multiple opponents dan segala opsi defensif, atau evasif sudah tidak memungkinkan. Dan harap di ingat approach preventif dan evasif harus menjadi prioritas utama karena ada beberapa situasi multiple opponents yang karena faktor lingkungan atau faktor lainnya adalah: no win solution

Sampai jumpa kembali di bagian 2 dan selamat berlatih,

Ueno
















No comments: