Sunday, December 18, 2011

Weapons Retention Through Kimura

Salam pendekar

Video ini adalah snippet (atau potongan klip) dari kelas yang diadakan di Detasemen C - Gegana bersama rekan-rekan tim wanteror.

Dalam video ini saya menjelaskan prinsip dasar weapons retention dengan menggunakan teknik grappling dari Judo/ BJJ yaitu Kimura untuk mengamankan senjata dan mengendalikan lawan diatas

Semoga bermanfaat


video

Tuesday, October 25, 2011

Senjata Improvisasi


Dalam situasi sehari-hari; anda mungkin terikat untuk menghadapi situasi di mana membawa senjata api atau bahkan pisau tidak memungkinkan. Namun dalam situasi seperti itu, bukan berarti anda sama sekali tidak bersenjata. Bahkan misalnya dalam situasi pesawat udara, anda tetap memiliki akses ke beberapa item yang dapat digunakan untuk membela diri.

Benda tersebut bisa pulpen, kunci, telepon selular, sebotol air atau soda, secangkir kopi panas atau teh, bahkan tas kerja, kasus komputer laptop, atau tas jinjing bisa digunakan sebagai senjata selama anda memiliki pemahaman dasar mekanika tubuh dan pola pikir yang agresif, yang memungkinkan untuk mempertahankan diri jika perlu.

Semua tergantung kreatifitas dan kemampuan anda menganalisa benda sehari-hari sebagai senjata improvisasi. Beberapa pertanyaan misalnya:

Apakah benda ini bisa digunakan untuk mencolok menusuk, atau memotong? Jika tidak, mungkin item dapat digunakan sebagai proyektil atau bahkan sebagai tameng?

Mari kita mempertimbangkan beberapa barang sehari-hari yang bisa digunakan sebagai senjata improvisasi

Dahsyatnya Pulpen

Pulpen umumnya dibawa setiap hari. Karena pulpen secara universal diterima sebagai alat tulis, tidak ada aspek yang mengancam atau mencurigakan jika seseorang membawa pulpen. Namun, dengan sedikit pelatihan pulpen bisa digunakan sebagai perangkat menusuk yang efektif.

Tersedia berbagai "pulpen taktis" di pasaran yang terbuat dari logam berkualitas dan dirancang khusus untuk pertahanan diri. Terlebih lagi bila seni bela diri anda mengajarkan titik-titik vital yang rentan terhadap pukulan dengan pulpen, aspek ini akan menambah efektifitas senjata tsb.

Kunci

Sebuah kunci dapat digunakan dalam banyak cara yang sama seperti pulpen. Penggunaan efektif kunci untuk pertahanan diri melibatkan gerakan menusuk yang segera diikuti oleh gerakan memotong untuk membuat luka dalam yang cukup signifikan dan berpotensi menghentikan agresi penyerang.

Bila menggunakan kunci untuk membela diri, pastikan untuk menjaga tangan pendukung anda untuk melindungi kepala dari serangan counter.

HP Pertahanan Diri

Jika anda diserang saat berbicara di telepon selular anda, anda bisa menggunakan HP untuk menyerang titik-titik vital lawan anda .

Namun ingat, saat anda menggunakan HP untuk menghantam lawan hati-hati dengan kemungkinan HP tidak berfungsi dengan baik, yang tentu menyulitkan jika ingin memanggil bantuan polisi atau lainnya.

Botol atau Kaleng

Botol plastik atau kaleng yang belum dibuka dan terbuat dari aluminium bisa dijadikan senjata tumpul yang layak, tetapi efektifitas nya biasanya berkurang bila botol atau kaleng dibuka dan di beberapa kasus tidak bermanfaat ketika botol kosong.

Cairan Panas

Kopi, teh atau cairan panas lainnya dapat dilemparkan ke wajah penyerang, sehingga menciptakan gangguan yang memungkinkan anda untuk merebut senjata lawan atau melarikan diri. Taktik ini juga memberikan unsur kejutan, yang merupakan landasan pertahanan diri yang efektif.

Tameng Darurat

Dalam situasi tertentu, memiliki tameng atau perisai improvisasi bisa meningkatkan perlindungan terhadap beberapa serangan. Jika lawan dipersenjatai dengan senjata kontak seperti pisau, sebuah tas sehari-hari, atau tas laptop dapat memberikan perlindungan yang cukup. Tentu saja barang tersebut juga efektif terhadap pukulan. Perlu diingat bahwa perisai tidak harus digunakan secara eksklusif untuk pertahanan. Tepi dari "perisai" dapat digunakan untuk menyerang atau perisai dapat didorong masuk ke lawan untuk menghilangkan keseimbangan nya atau, menciptakan jalan untuk melarikan diri.

Pemilihan Target

Mencolok mata dengan salah satu senjata improvisasi yang sudah saya sebutkan diatas bisa mengakhiri konfrontasi dan berpotensi menyelamatkan hidup anda jika dalam keadaan terdesak. Teknik mencolok mata mengganggu kemampuan lawan untuk melihat sehingga jika dia tidak bisa melihat anda, dia akan memiliki waktu yang sulit untuk melanjutkan agresinya. Namun, jangan menganggap pukulan tunggal akan cukup. Bersiaplah untuk menyerang berkali-kali hingga ancaman sudah terhenti.

Siap Mental

Ada banyak benda sehari-hari yang dapat digunakan untuk pertahanan diri. Cobalah dai sekarang, anda menganalisa objek atau benda yang akan membuat senjata improvisasi yang efektif. Pastikan juga anda bertindak dengan mengikuti ketentuan hukum-hukum yang berkaitan dengan hak untuk membela diri dan tidak menyalahgunakan kemampuan anda untuk hal-hal yang tidak baik misalnya: dengan sengaja memulai atau mencari keributan, atau menggunakan kekuatan yang berlebih dimana tentu akan berdampak negatif bagi anda di mata hukum & masyarakat.


Monday, August 8, 2011

5 Reaksi Lawan Dalam Pertahanan Diri



Dalam konteks pertahanan diri atau self protection, segala upaya untuk bisa mende-eskalasi atau menghindari situasi yang berpotensi perkelahian fisik atau situasi bahaya lainnya adalah seperti pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati.

Namun bila situasi memaksa anda untuk mempertahankan diri secara fisik perlu di ingat bahwa setiap individu akan memiliki 5 reaksi terhadap pukulan/tendangan atau apapun serangan anda dalam bentuk fisik. Ke-lima reaksi ini tidak berdasarkan urutan, namun kelima reaksi ini adalah reaksi-reaksi yang paling awam atau umum yaitu:

1. Individu atau lawan anda akan mundur untuk "re-group" dengan kelompok atau gengnya. Langkah mundur ini pun untuk meng "assess"apakah menyerang anda kembali sesuai dengan resikonya.

2. Individu atau lawan akan merapat & "clinch" untuk melindungi diri dari pukulan anda, bahkan bisa menetralisir pukulan atau serangan anda jika teknik "clinch" lawan baik & prima. Namun dalam konteks pertahanan diri dimana lawan anda bukan atlet MMA aspek ini tidak terlalu memberatkan kecuali jika lawan anda kebetulan luar biasa kuat atau besar.

3. Individu atau lawan segera menyerang balik bisa dengan senjata atau tangan kosong

4. Individu atau lawan "sempoyongan" dan KO

5. Individu atau lawan anda tidak bereaksi pada serangan anda

Dengan mempertimbangkan kelima faktor ini anda kemudian perlu menyiapkan strategi atau langkah berikutnya berdasarkan situasi yang ada.

Semoga bermanfaat

Be safe

Ueno


Tuesday, March 22, 2011

Kunci Latihan Dalam Mengembangkan Kemampuan & Percaya Diri


Ada pepatah Belanda yang bunyinya: "Para Kapten terbaik selalu berada di pantai." Arti dari pepatah ini singkatnya adalah individu-individu yang terjun langsung ke lapangan dan senantiasa mengasah ilmu & kemampuan nya; adalah individu yang seringkali berhasil membuat sesuatu yang biasa dan mengubahnya menjadi "luar biasa".

Dalam post kali ini saya akan sharing dua ide motivasi berlatih yang mudah mudahan bisa mempertajam fokus dan melengkapi perjalanan anda menjadi ahli seni bela diri atau pertahanan diri, yaitu:

1. Berlatih dengan cara dan metode yang realistis atau sesuai kondisi lapangan

Menurut Josephus, ahli sejarah budaya Romawi aspek latihan yang disiplin dan sesuai dengan medan sebenernya yang menjadi salah satu kunci sukses tentara Romawi. Bukan tanpa alasan empat ratus tahun kemudian, Vegetius, seorang penulis abad kelima di militer Romawi berkata:

"Kemenangan itu ditentukan bukan karena peruntungan dan atau keberanian, tetapi aspek keterampilan individu, regu (kolektif) dan pelatihan."

2. Disiplin dalam berlatih membangun kemampuan & percara diri

Dalam konteks pertahanan diri, pelatihan adalah kunci untuk membela diri. Semakin anda berlatih, semakin terampil anda. Semakin terampil, semakin percaya diri & semakin kuat teknik anda dst.

Mengingat begitu besarnya manfaat impact latihan yang rutin, real atau latihan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan; jelas kemampuan tidak akan didapat dengan berleha leha, berandai andai atau mengikuti gerakan-gerakan dari film action. Pada akhirnya latihan adalah kunci pengembangan kemampuan dan jalan menuju keahlian.

Salam pendekar

Be safe

Ueno

Thursday, April 22, 2010

Bus Hostage Scenario

video

Latihan skenario penyanderaan di dalam bis


Sunday, January 17, 2010

Ledakan Psikologis dan Pertahanan Diri

Salam!

Selamat tahun baru, may this year bring you happiness, joy, wealth and everything that you have worked, hoped and prayed!

Posting saya kali ini terinspirasi dari satu pertanyaan saat latihan teknik pertahanan diri yang melibatkan ancaman pisau di dalam mobil dari belakang. Teknik yang masuk ke dalam situasi dan kategori high risk ini terinspirasi juga dari kejadian nyata yang melibatkan salah satu siswa di salah satu kampus ternama di Jakarta Barat pada tahun 2009, dimana mahasiswa ini menjadi korban perampokan di dalam mobilnya sendiri; saat ia meninggalkan mobilnya di luar kosan pada malam hari.

Setelah mendemonstrasikan konsep di belakang "escape" situasi seperti ini, teman-teman dan beberapa murid yang berlatih pada hari itu mulai membanjiri area latihan dengan segudang pertanyaan, namun semuanya mempunyai satu garis besar yaitu: "HOW TO ESCAPE UNDER SUCH TERRIBLE CONDITION?"


Diluar aspek teknik, fisik, atribut, sikon dan lainnya untuk bisa lolos dari situasi yang disebut diatas; adapun aspek penting yaitu aspek yang saya sebut sebagai: Ledakan Psikologis atau Mental Explosion.

Dari nol ke seratus


Seperti yang saya jelaskan sebelumnya teknik hanyalah bagian dari satu proses, proses yang terbentuk dari keadaan psikologis. Dalam kasus pertahanan diri ekstrim, permasalahan pertama yang harus di "bajak" bukanlah rasa takut; karena rasa takut itu adalah instingtif dan dibawah kendali serta pelatihan yang baik bisa menjadi enerji pembimbing untuk "survive" dari situasi ekstrim.



Permasalahannya adalah kemampuan untuk bisa bertindak dari : " Nol ke seratus! "
Pejamkan mata anda, dan bayangkan anda hendak masuk mobil setelah acara yang begitu menyenangkan dengan keluarga, pacar, istri dll. Pikiran anda saat masuk mobil adalah:

1. Tutup/ kunci pintu
2. Nyalain mobil
3. Tunggu mesin panas sedikit, sambil cek sms/ blackberry messenger
4. Cari tiket parkir
5. Dll.

Tiba-tiba dari belakang muncul sosok yang memegang belati/ pisau atau benda tajam lainnya sambil memegang leher anda dan mengancam: (Sebelumnya mohon maaf bila bahasa kurang berkenan, namun dalam konteks kekerasan; bahasa kasar sering menjadi bagian dari proses)


" MAKSUD ELU TADI PAGI APAAN YA AN**NG!! BAN***T!!! GUE BUNUH LOOO! GUE BUNUH LOOOO!!!! " (asumsi pelaku sakit hati dengan perkataan atau tindakan kita terhadapnya tadi pagi)

Bayangkan ... mindset "survival" anda yang sebelumnya di speedometer level nol sekarang harus "meledak" ke level 100 km/jam! dan disinilah permasalahannya.

THE RAT RACE

Otak manusia adalah satu organ yang paling rumit cara kerjanya di bandingkan organ tubuh lain; tidak ada tombol di dalam diri kita yang bisa mengubah keadaan atau "state of mind" hanya dengan membalikkan telapak tangan. Dengan demikian apa yang bisa kita perbuat untuk meningkatkan atau mungkin lebih tepatnya "membajak" software instingtif otak untuk meningkatkan peluang survival kita?
Rumusnya adalah akronim yang saya singkat RAT RACE yaitu:

  • Recognition: Kemampuan melihat & mengidentifikasi potensi bahaya, bila bahaya tersebut tidak terdeteksi secara visual (contoh dalam keadaan lengah) otak, psikologi dan badan akan bertindak sesuai stimulus atau pengalaman.
  • Action: Kemampun memilih tindakan dan bertindak dibawah tekanan
  • Time: Waktu yang tersedia based on opponent action and condition untuk bertindak
  • Response & Approriateness: Bertindak sesuai dengan tingkat bahaya (tidak melebihi, contoh: Hanya karena anda nyaris ditabrak sopir angkot tidak dibenarkan memukul sopir tersebut dengan kunci stir hingga dia gegar otak dan mengalami pendarahan)
  • Experience: Pengalaman otak, psikologi dan tubuh untuk bergerak di bawah perasaan takut, tertekan dan lainnya.
Kelima faktor inilah yang berperan untuk membajak software otak dan mudah-mudahan meningkatkan probabilitas bertindak dalam situasi kritis. Ingat tidak ada jaminan dalam situasi kritis yang ada hanyalah meredam potensi kerugian atau kerusakan, dan Insya Allah dengan

Di lain waktu saya akan coba post video yang membahas lebih lanjut tentang situasi di atas, namun untuk sementara waktu saya berharap rumus di atas bisa menjadi pertimbangan anda untuk di integrasi ke dalam latihan untuk "ESCAPE" dari situasi worse case scenario.

Selamat berlatih
Be safe!

Ueno





















Tuesday, November 17, 2009

SDI Umbrella Defense

Salam pendekar

Attached adalah video demo dan penjelasan penggunaan payung untuk pertahanan diri. Adapun beberapa aspek yang saya bahas secara singkat yaitu:

- Pertimbangan bahan/ materi payung
- Grip payung dalam gerakan ofensif/ defensif
- Kombinasi gerakan

Semoga bermanfaat

Ueno

video