Tuesday, March 22, 2011

Kunci Latihan Dalam Mengembangkan Kemampuan & Percaya Diri


Ada pepatah Belanda yang bunyinya: "Para Kapten terbaik selalu berada di pantai." Arti dari pepatah ini singkatnya adalah individu-individu yang terjun langsung ke lapangan dan senantiasa mengasah ilmu & kemampuan nya; adalah individu yang seringkali berhasil membuat sesuatu yang biasa dan mengubahnya menjadi "luar biasa".

Dalam post kali ini saya akan sharing dua ide motivasi berlatih yang mudah mudahan bisa mempertajam fokus dan melengkapi perjalanan anda menjadi ahli seni bela diri atau pertahanan diri, yaitu:

1. Berlatih dengan cara dan metode yang realistis atau sesuai kondisi lapangan

Menurut Josephus, ahli sejarah budaya Romawi aspek latihan yang disiplin dan sesuai dengan medan sebenernya yang menjadi salah satu kunci sukses tentara Romawi. Bukan tanpa alasan empat ratus tahun kemudian, Vegetius, seorang penulis abad kelima di militer Romawi berkata:

"Kemenangan itu ditentukan bukan karena peruntungan dan atau keberanian, tetapi aspek keterampilan individu, regu (kolektif) dan pelatihan."

2. Disiplin dalam berlatih membangun kemampuan & percara diri

Dalam konteks pertahanan diri, pelatihan adalah kunci untuk membela diri. Semakin anda berlatih, semakin terampil anda. Semakin terampil, semakin percaya diri & semakin kuat teknik anda dst.

Mengingat begitu besarnya manfaat impact latihan yang rutin, real atau latihan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan; jelas kemampuan tidak akan didapat dengan berleha leha, berandai andai atau mengikuti gerakan-gerakan dari film action. Pada akhirnya latihan adalah kunci pengembangan kemampuan dan jalan menuju keahlian.

Salam pendekar

Be safe

Ueno

Thursday, April 22, 2010

Bus Hostage Scenario



Latihan skenario penyanderaan di dalam bis


Sunday, January 17, 2010

Ledakan Psikologis dan Pertahanan Diri

Salam!

Selamat tahun baru, may this year bring you happiness, joy, wealth and everything that you have worked, hoped and prayed!

Posting saya kali ini terinspirasi dari satu pertanyaan saat latihan teknik pertahanan diri yang melibatkan ancaman pisau di dalam mobil dari belakang. Teknik yang masuk ke dalam situasi dan kategori high risk ini terinspirasi juga dari kejadian nyata yang melibatkan salah satu siswa di salah satu kampus ternama di Jakarta Barat pada tahun 2009, dimana mahasiswa ini menjadi korban perampokan di dalam mobilnya sendiri; saat ia meninggalkan mobilnya di luar kosan pada malam hari.

Setelah mendemonstrasikan konsep di belakang "escape" situasi seperti ini, teman-teman dan beberapa murid yang berlatih pada hari itu mulai membanjiri area latihan dengan segudang pertanyaan, namun semuanya mempunyai satu garis besar yaitu: "HOW TO ESCAPE UNDER SUCH TERRIBLE CONDITION?"


Diluar aspek teknik, fisik, atribut, sikon dan lainnya untuk bisa lolos dari situasi yang disebut diatas; adapun aspek penting yaitu aspek yang saya sebut sebagai: Ledakan Psikologis atau Mental Explosion.

Dari nol ke seratus


Seperti yang saya jelaskan sebelumnya teknik hanyalah bagian dari satu proses, proses yang terbentuk dari keadaan psikologis. Dalam kasus pertahanan diri ekstrim, permasalahan pertama yang harus di "bajak" bukanlah rasa takut; karena rasa takut itu adalah instingtif dan dibawah kendali serta pelatihan yang baik bisa menjadi enerji pembimbing untuk "survive" dari situasi ekstrim.



Permasalahannya adalah kemampuan untuk bisa bertindak dari : " Nol ke seratus! "
Pejamkan mata anda, dan bayangkan anda hendak masuk mobil setelah acara yang begitu menyenangkan dengan keluarga, pacar, istri dll. Pikiran anda saat masuk mobil adalah:

1. Tutup/ kunci pintu
2. Nyalain mobil
3. Tunggu mesin panas sedikit, sambil cek sms/ blackberry messenger
4. Cari tiket parkir
5. Dll.

Tiba-tiba dari belakang muncul sosok yang memegang belati/ pisau atau benda tajam lainnya sambil memegang leher anda dan mengancam: (Sebelumnya mohon maaf bila bahasa kurang berkenan, namun dalam konteks kekerasan; bahasa kasar sering menjadi bagian dari proses)


" MAKSUD ELU TADI PAGI APAAN YA AN**NG!! BAN***T!!! GUE BUNUH LOOO! GUE BUNUH LOOOO!!!! " (asumsi pelaku sakit hati dengan perkataan atau tindakan kita terhadapnya tadi pagi)

Bayangkan ... mindset "survival" anda yang sebelumnya di speedometer level nol sekarang harus "meledak" ke level 100 km/jam! dan disinilah permasalahannya.

THE RAT RACE

Otak manusia adalah satu organ yang paling rumit cara kerjanya di bandingkan organ tubuh lain; tidak ada tombol di dalam diri kita yang bisa mengubah keadaan atau "state of mind" hanya dengan membalikkan telapak tangan. Dengan demikian apa yang bisa kita perbuat untuk meningkatkan atau mungkin lebih tepatnya "membajak" software instingtif otak untuk meningkatkan peluang survival kita?
Rumusnya adalah akronim yang saya singkat RAT RACE yaitu:

  • Recognition: Kemampuan melihat & mengidentifikasi potensi bahaya, bila bahaya tersebut tidak terdeteksi secara visual (contoh dalam keadaan lengah) otak, psikologi dan badan akan bertindak sesuai stimulus atau pengalaman.
  • Action: Kemampun memilih tindakan dan bertindak dibawah tekanan
  • Time: Waktu yang tersedia based on opponent action and condition untuk bertindak
  • Response & Approriateness: Bertindak sesuai dengan tingkat bahaya (tidak melebihi, contoh: Hanya karena anda nyaris ditabrak sopir angkot tidak dibenarkan memukul sopir tersebut dengan kunci stir hingga dia gegar otak dan mengalami pendarahan)
  • Experience: Pengalaman otak, psikologi dan tubuh untuk bergerak di bawah perasaan takut, tertekan dan lainnya.
Kelima faktor inilah yang berperan untuk membajak software otak dan mudah-mudahan meningkatkan probabilitas bertindak dalam situasi kritis. Ingat tidak ada jaminan dalam situasi kritis yang ada hanyalah meredam potensi kerugian atau kerusakan, dan Insya Allah dengan

Di lain waktu saya akan coba post video yang membahas lebih lanjut tentang situasi di atas, namun untuk sementara waktu saya berharap rumus di atas bisa menjadi pertimbangan anda untuk di integrasi ke dalam latihan untuk "ESCAPE" dari situasi worse case scenario.

Selamat berlatih
Be safe!

Ueno





















Tuesday, November 17, 2009

SDI Umbrella Defense

Salam pendekar

Attached adalah video demo dan penjelasan penggunaan payung untuk pertahanan diri. Adapun beberapa aspek yang saya bahas secara singkat yaitu:

- Pertimbangan bahan/ materi payung
- Grip payung dalam gerakan ofensif/ defensif
- Kombinasi gerakan

Semoga bermanfaat

Ueno

Monday, November 9, 2009

Payung Pertahanan

Salam kesatria dan salam pendekar! Selamat hari pahlawan! Semoga perjuangan para pejuang dan pahlawan bisa kita teruskan dan semangat membangun negeri ini terus berkobar, demi maju dan makmurnya kita semua di Indonesia

Kali ini saya akan sharing bersama teman-teman satu "tools" pertahanan diri yang cukup efektif, dan mudah dibawa kemana-mana yaitu payung.

Kelebihan tools ini adalah panjangnya yang bisa disesuaikan (tergantung model) dan mampu digunakan sebagai tools untuk menjaga jarak serangan tangan kosong, tumpul atau tajam.

Poin-poin Pertimbangan

Bagi rekan-rekan ataupun seniman bela diri yang berminat untuk membawa payung sebagai alat pertahanan diri ada beberapa poin yang perlu di ingat yaitu:

1. Bahan payung (pada bagian batang ) sebaiknya cukup keras, tes keras atau tidaknya, bengkok atau tidaknya payung tersebut jika dipukulkan ke samsak dari arah samping; bentuk payung tersebut tidak akan berubah drastis (tidak patah atau bengkok drastis). Perlu di ingat bahwa faktor ini cukup penting, karena dalam keadaan taktis dan dinamis jika payung berubah bentuk dan tidak bisa digunakan untuk striking maka efektifitas payung tsb akan berkurang.

2. Panjang atau pendeknya payung. Hal ini tergantung pada taste, selera atau preferensi masing-masing pengguna. Namun secara umum jangan terlalu panjang dan terlalu pendek.

3. Aspek praktis: Seberapa mudahkah payung bisa dilipat dan dibawa jalan sehari-hari, perlu di ingat sekeras apapun payung yang anda bawa jika sulit untuk dilipat kembali atau dibawa maka payung tersebut kurang praktis bagi anda karena justru bisa memperlambat gerak gerik anda. Dan di situasi taktis segala sesuatu yang berhubungan dengan mobilitas baiknya tidak korbankan.

Payung dalam Sistim Seni Bela Diri

Sebagai alat pertahanan diri, dokumentasi penggunaan payung untuk self defense/ self protection sudah ada sejak tahun 1898 dimana seorang insinyur asal Inggris yang sempat tinggal di Jepang selama tiga tahun, mempelajari beberapa seni beladiri Jepang seperti Jujutsu, Judo, dan Kenjutsu.

Sepulang dari Jepang, Pak Edward William Wright kemudian memformulasikan sistim pertahanan diri yang dia sebut sebagai "Bartitsu" yang diartikan sebagai seni pertahanan diri metode Edward Wright.

Kurang lebih 3 atau 4 tahun yang lalu saya juga pernah melihat penggunaan payung sebagai alat self defense dalam satu demonstrasi Aikido dan Aikijujutsu, sehingga dalam budaya Timur dan Barat pun; payung pun sudah tercatat sebagai alat pertahanan diri yang patut dipertimbangkan.

Teknik teknik payung

Teknik teknik payung yang selama ini saya dokumentasi kebanyakan merupakan gabungan dari beberapa teknik namun teknik-teknik bayonet sangat cocok untuk teknik payung (Ada juga beberapa teman yang mengkombinasikan atau mengasimilasikan teknik FMA, Silat, Kung Fu dll ke teknik payung - sehingga teknik payung sangat fleksibel untuk menggunakan sistim apapun sebagai fondasinya).

Secara kurikulum pun, teknik payung juga lebih mudah diajarkan dan bisa dilakukan dalam waktu singkat karena mayoritas tekniknya menggunakan gross motor skills.

Di kesempatan posting berikutnya Insya Allah saya akan coba posting teknik payung dalam bentuk video.

Selamat berlatih

Be safe

Ueno



Tuesday, September 29, 2009

Multiple Opponent Survival


Salam pendekar

Sebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Lebaran dan minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin! It's been a while!!! tapi akhirnya saya bisa meluangkan waktu untuk sharing beberapa tulisan, konsep dan ide mengenai studi pertahanan diri dan seni bela diri.


Kali ini saya akan melanjutkan artikel yang sebelumnya saya tulis di bulan Juni mengenai dinamika kelompok atau multiple opponent dynamics in self defense/ self protection. Atas permintaan beberapa teman, artikel kali ini akan membahas strategi-strategi spesifik dalam menghadapi keadaan multiple opponents atau yang lebih dikenal dengan istilah "keroyokan" dalam budaya lokal Indonesia.

Mindset & Situation


Secara tingkat kekerasan; situasi multiple opponents sarat dengan begitu banyak resiko bagi subyek yang menjadi fokus amukan, pukulan atau serangan. Secara matematis pun, semakin banyak jumlah tangan atau kaki dari lawan yang masuk ke dalam zona aktifitas (personal activity zone) semakin mempersulit keadaan dan meningkatnya tingkat bahaya.

Oleh karena itu, mindset menghadapi situasi keroyokan tentu harus terfokus pada survival atau bertahan hidup; karena anything less will result in serious injury for the subject being attacked.(Secara statistik penyerangan oleh kelompok lebih dari dua hingga tiga orang plus atau lebih; menyebabkan luka serius atau kematian pada subyek yang dikeroyok - Di beberapa negara seperti AS, Inggris dan Afrika Selatan, gang violence
is tied to increase in homicides: Adam Foxman,2008)

Teori ESCAPE

Teori ini adalah akronim dari singkatan yang bisa menjadi pedoman strategis menghadapin situasi keroyokan yakni:

Evade - Evading the situation and not having to engage in a multiple situation is best. Tapi bilamana situasi tidak terelak, maka "E" menjadi Effective Movement; moving yourself effectively to avoid being struck, grabbed, or take down. Hindari berada dalam posisi "segitiga" dimana dua lawan atau lebih bisa mengapit anda.

Superior striking skill -
Kemampuan untuk meng-KO atau merusak laju lawan atau momentum lawan (bisa dengan tangan kosong atau disarankan dengan menggunakan senjata - berhubungan dengan poin di bawah)

Constant Angle Shift and Angle of Attack: Merubah posisi atau melanjutkan agresi counter secara konstan (mirip dengan efektif movement tapi ini dalam konteks striking atau menyerang balik)

Power weapons/ tools: Idealnya adalah dalam kondisi keroyokan karena keadaan sudah tidak seimbang (dan berbahaya) deployment senjata adalah opsi yang baik untuk meningkatkan daya counter kita.


Dan terakhir adalah Escape, bagaimanapun kondisinya; bertahan dalam situasi keroyokan secara strategis tidaklah menguntungkan. Cepat atau lambat, the numbers will overwhelm you.

Semoga bermanfaat,

Be safe

Ueno
















Sunday, August 9, 2009

New Self Defense Indonesia Class Opening

New Self Defense Indonesia Class Opening

Location: Menara Kebon Sirih (MNC Tower)
Day: Wednesday
Time: 19:00 - 20:00
Class Description:

The home of Tactical Krav Maga training in Jakarta, Self Defense Indonesia brings you practical self-defense skills training and coaching. Our friendly, accessible classes are designed to accommodate individuals of various levels of skill and fitness. So whether you are new to self-defense training or are a professional in the field of law enforcement or security, you will find that our Tactical Krav Maga training will challenge you and provide you with the practical skills of self-defense.

Contact info:

info@selfdefenseindonesia.com

Joe "Ueno"