Sunday, August 31, 2008

Love your basics!


Salam pendekar dan salam kesatria!

Marhaban ya Ramadhan! dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi anda yang menjalankan dan merayakan bulan suci ini.

Satu minggu belakangan ini aktifitas di forum seni bela diri favorit saya sedang cukup panas, ramai dan seru mengingat pengumuman pertandingan seni pisau (karet) pertama akan di selenggarakan di Jakarta bulan November mendatang!

Antusiasme event ini sudah bisa dirasakan di sebagian klub seni bela diri di ibukota, dan masing-masing anggota pun juga sedang giat-giatnya berlatih untuk memenangkan title prestisius yaitu : " The Blade Master "

Dalam rangka memeriahkan dan menyambut event ini saya pun juga sepertinya jadi latah latihan walaupun harus menguras keringat saat puasa, yang jujur di saat dahaga terasa begitu kering melihat tetangga kecil saya membeli jus buah godaan nya terasa lebih dahsyat dari godaan presenter kuis SMS malam di TV :)

In any case here's a thought:

" The Floro grip... It is what sets apart and makes it unique ... " - Raymond Floro (Guru Besar Metode Pisau Floro)

Kata-kata ini begitu sederhana seperti yang diutarakan oleh sahabat dan instruktur saya tapi menariknya dalam hidup the simple things in life are never that simple! apalagi yang berhubungan dengan gerakan dasar. Karena dalam gerakan dasar pun terdapat mekanisme kecil yang juga tidak kalah rumitnya dengan teknik di tingkat advanced.


Attached saya sharing dokumentasi latihan weekend kemarin, dan seperti yang anda akan liat gerakan yang terlihat begitu sederhana saat di breakdown ternyata dalam gerakan lambat malah membuat saya ling lung dan sadar akan betapa indahnya gerakan dasar ini. So, love your basics... there is so much more to 'em

Salam pendekar dan salam kesatria

Ueno
www.selfdefenseindonesia.com


video

Monday, August 25, 2008

Fist, Knife and Gun


Salam pendekar dan salam kesatria, dan salam Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 63 bagi teman-teman blog seni bela diri.

Post saya kali ini mungkin kurang cocok dengan tema seni bela diri blog ini, namun dengan pertimbangan bahwa tool yang akan saya angkat disini cukup dekat dengan dunia pertahanan diri jadi saya coba kupas untuk edisi kali ini.


Sebagai praktisi, penggemar dan kolektor pisau adapun satu tool pertahanan diri yang secara tingkat lethality dalam range, dan kondisi tertentu tool ini adalah counter yang tepat bagi knife fighter, counter tool yang jujur saya pun belum bisa mengalahkan dari jarak jauh yaitu… my Glock handgun ()


Dalam sebuah diskusi setelah latihan, teman saya sempat bertanya mengenai senjata api apa yang efektif untuk pertahanan diri?


Jawaban singkat nya adalah senjata api apapun tipenya hand gun, shot gun atau rifle pada dasarnya adalah tool yang efektif dalam konteks pertahanan diri mengingat tools tersebut besifat sebagai force multiplier dan force equalizer yang meniadakan gap skill individu dalam perkelahian.


Namun berdasarkan pengalaman saya selama berlatih/ dilatih di Krav Maga pilihan senjata api laras pendek yang efektif jatuh pada tipe Glock.


Harap di catat bahwa editorial ini hanyalah dari pengalaman saya yang tentu tidak mewakili pendapat ahli senjata dari kepolisian atau militer dan hanya bersifat sharing saja


Adapun beberapa keunggulan Glock sebagai senpi pertahanan diri, dimana dari segi kelebihan diantaranya adalah:

- economy of motion during stress: karena Glock tidak memiliki mechanical safety lever sehingga dalam banyak kasus metode draw and fire lebih singkat dan cocok untuk teknik ICSS (atau Israeli Combat Shooting Style)

- overall spare part Glock umumnya tidak lebih dari 29 bagian, sehingga analoginya adalah semakin sedikit parts yang ada dalam proses mekanik pistol, tingkat realibilitas senjata semakin baik.


Dari segi keamanan memang ada beberapa pihak yang mengkritik ketiadaan manual pengaman pada tipe Glock walaupun pendapat ini di counter dengan anggapan bahwa tingkat pengamanan berawal dari user sehingga tombol pengamanan manual tidak diperlukan.



Sahabat saya sempat menanyakan dengan resiko peluru di chamber dan tidak adanya sistim pengaman apakah tidak berbahaya seandainya pistol direbut oleh lawan? In theory yes and no.

No karena saya umumnya tidak menyimpan senpi dalam keadaan terkokang, resikonya terlalu besar tidak hanya bagi saya sendiri tapi juga bagi orang rumah. Melalui sistem pelatihan dan metode menembak Krav Maga dan Hagannah teknik draw senjata memang berbeda karena biasanya senjata setelah dicabut harus di kokang terlebih dahulu, sight acquisition, threat assessment, and the lastly engagement phase.


Glock and Law Enforcement


Berdasarkan literatur yang saya miliki, hingga saat ini Glock digunakan oleh hampir 70 pct kesatuan polisi di Amerika serikat dan berdasarkan sharing dari teman saya yang mantan anggota SWAT personil yang diberikan senjata Glock ini juga harus melewati jenis latihan yang khusus yang mencakup materi safety handling and target engagement tactics dengan menggunakan Glock.


Jadi kembali ke pertanyaan handgun manakah yang saya rekomendasikan sebagai personal home self defense weapon? Tentu saya akan memilih Glock yang dipercaya oleh hampir 70 persen dan sebagian kalangan pasukan khusus di Amerika.


Semoga bermanfaat


Salam pendekar dan salam kesatria

Ueno