
Salam Budo!
Dalam edisi kali ini di blog kusanagi saya ingin berbagi cerita dengan anda seputar pengalaman latihan seni bela diri yang belum lama ini sempat membuat terkuras habis stamina saya dan bukan main melelahkan karena tinggi nya aspek anaerobik pada teknik-teknik maupun drilling dalam sistem seni bela diri tersebut.
Diantara kalangan seni bela diri, jajaran kepolisian dan militer negara maju seperti Amerika, Australia, Inggris, dan lainnya nama krav maga tentu sudah tidak asing lagi. Sebagai salah satu seni bela diri yang berasal dari Israel, konon terciptanya seni bela diri ini bukan lain karena kebutuhan sebuah sistem atau metode yang bisa diajarkan dalam waktu relatif singkat namun tetap efektif dalam konteks seni pertahanan diri.
Sungguh bersyukur dan bahagia sekali ketika Bapak Stephen Chang dari Australia mengundang saya untuk menghadiri training dua hari full dalam seni krav maga yang diadakan di Combined Martial Arts Academy hari minggu kemarin (21 - 22 Juli) dan walaupun biasanya weekend adalah momen dimana saya bisa meregangkan kaki dan berleha dengan menyimak acara ataupun DVD favorit saya namun di kesempatan tersebut saya merelakan badan saya untuk dikuras keringat dan menjadi samsak "hidup" bagi peserta lainnya yang juga mengenakan baju blue smurf suit yang mirip baju robocop biru namun sama sekali tidak membuat saya kebal ketika saya mulai dihujani bogem mentah oleh rekan-rekan latihan yang 2 kali berat dan tinggi badan saya (OUCH!!!)
Berikut saya cantumkan dibawah agenda latihan krav maga yang saya pelajari minggu kemarin beserta beberapa keterangan singkat tentang poin-poinnya:
1. Konsep dan prinsip dalam Tactical Krav Maga
2. Keamanan dalam latihan
3. Kuda-kuda dan gerakan
4. Combatives
5. Awareness & Prevention & Conflict Resolution
6. Pertahanan luar & dalam
7. Knife Defense
8. Choke Escapes
9. Bear Hug Escapes
10. Ground Fighting
Menariknya metode Krav Maga ini sangat menekankan aspek "real" atau nyata dalam latihannya, berbekal baju "rompi" yang menjadi ciri khas Krav Maga selama 30 detik praktisi KM di serang dari berbagai arah oleh rekan-rekan latihannya yang bersenjatakan kicking shields, padded sticks, rubber knives dan selintas memang mirip sekali dengan sesi multiple di Aikido, namun menurut saya secara pace dan intensity metode KM sangat menguras stamina!
Adrenalin pun langsung meroket karena di sesi ini para agresor menjadi pemburu, sang "korban" pun harus menjadi pemburu juga, mengutip Bapak Stephen Chan instruktur kepala TFS Krav Maga Jakarta: " You are a hunter of targets, strike fast and get out of there... because your objective is to survive!" .
Sebagai sistim bela diri menurut saya Krav Maga saya KM patut direkomendasi bagi rekan-rekan seni bela diri ataupun masyarakat awam yang ingin mendapatkan metode bela diri yang efektif dan secara teknis tidak terlalu ruwet! Hanya saja bagi anda yang malas berkeringat dan tidak enjoy ditekan secara fisik dengan sundulan dari kicking shield atau di pukul bertubi-tubi oleh manusia berjubah ala robocop mungkin KM bukanlah sistim yang tepat untuk anda... namun dalam keadaan nyata bukankah semua ketidak enakkan secara psikologis dan mental dan fisik tersebut yang akan kita alami?
Salam Budo!
Terima kasih untuk Bapak Karl Haley dan Bapak Stephen Chan selaku instructors dari Tactical Krav Maga, you're motivating words and teaching have made me a better martial artist and increased my feeling of personal safety!
